Kamis, 29 Juni 2017

KETAHANAN NASIONAL (Pendidikan Pancasila)
KELOMPOK:

Intan Yuliani
Ika ayuni Putri
Nicky Carissa Putri
Raden Velia R
Sintia Agustin
KETAHANAN NASIONAL

KETAHANAN NASIONAL adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Menurut para ahli
  • Sumarno
Ketahanan Nasional adalah kondisi di mana bangsa yang mencakup semua aspek kehidupan nasonal terintegrasi.

  •  Harjomataram
Pertahanan Nasional adalah daya tahan suatu bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional untuk menghadapi semua tantangan dari dalam atau di luar, langsung atau tidak langsung, yang dapat membahayakan naasional hidup.

  •  Suradinata
Keamanan nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu negara yang memiliki kemampuan dan ketangguhan dan mampu mengembangkan kekuatan nasional di nghadapi dan mengatasi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang datang dari luar atau dalam negeri, baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integrasi , identitas dan kelangsungan bangsa hidup dan negara dalam menjaga tujuan nasional.

SIFAT DAN ASAS KETAHANAN NASIONAL

Sifat-sifat ketahanan Nasional antara lain:

• Mandiri, artinya ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global.

• Dinamis, artinya ketahanan nasional tidaklah tetap, melainkan dapat meningkat ataupun menurun bergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara, serta kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesatu di dunia ini senantiasa berubah. Oleh sebab itu, uapaya peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya di arahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.

• Manunggal, artinya ketahanan nasional memiliki sifat integratif yang diartikan terwujudnya kesatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi, dan selaras di antara seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

• Wibawa, artinya ketahanan nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat manunggal dapat mewujudkan kewibawaan nasional yang akan diperhitungkan oleh pihak lain sehingga dapat menjadi daya tangkal suatu negara. Semakin tinggi daya tangkal suatu negara, semakin besar pula kewibawaannya.

• Konsultasi dan kerjasama, artinya ketahanan nasional Indoneisa tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata, tetapi lebih pada sifat konsultatif dan kerja sama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL

Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasil, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut:

a) Asas kesejahtraan dan keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan merupakan asa dalam sistem kehidupan nasional. Tanpa kesejateraaan dan keamanan, sesitem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. Kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasuional itu sendiri. Kesejahtrean maupun keamanan harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apa pun.Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur Ketahanan Nasional

b) Asas Mawas ke Dalam da Mawas ke Luar
Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Di samping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan linkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun keluar.
  • Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemadirian yangproporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
  • Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.

c) Asas kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal hidup dengan asas kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari konflik yang bersifat merusak/destruktif.

d) Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketahanan Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif intergral).

Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Pada Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara.
Berdasarkan pemahaman tentang hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu:
  1. Aspek yang berkaitan dengan alamiah yang bersifat statis, meliputi aspek geografi, kependudukan, dan sumber daya alam.
      2. Aspek yang berkaitan dengan sosial yang bersifat dinamis meliputi aspek ideologi, politik, ekonomi,               sosial budaya dan hanka

1. Pengaruh Aspek Ideologi
Secara teori, suatu ideologi berasal dari aliran pikiran dan merupakan pelaksanaan dari sistem pemikiran itu sendiri.

a. Ideologi pancasila
Pancasila merupakan kesatuan yang utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.

b. Ketahanan pada aspek ideologi
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, langsung ataupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan hidup ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia.

c. Pembinaan ketahanan ideology
Untuk memperkuat ketahanan ideologi diperlukan langkah-langkah pembinaan sebagai berikut:
  • Mengamalkan pancasila secara objektif dan subjektif serta ditumbuh kembangkan secara konsisten.
  • Bhineka Tunggal Ika dan konsep wawasan nusantara terus ditanamkan dalam masyarakat sebagai upaya dalam menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah serta moralitas yang loyal dan bangga terhadap bangsa dan negara.
  • Pancasila sebagai pandangan hidup harus dihayati dan diamalkan demi terwujudnya tujuan nasional dan cita-cita bangsa indonesia.
  • Pendidikan pancasila ditanamkan pada diri anak dengan mengintegrasikannya dalam mata pelajaran.
2. Pengaruh Aspek Politik.
Hubungan tersebut tercermin dalam fungsi pemerintahan negara sebagai penentu kebijaksanaan serta aspirasi dan tuntutan masyarakat sebagai tujuan yang ingin diwujudkan sehingga kebijaksanaan pemerintahan negara itu haruslah serasi dan selaras dengan keinginan dan aspirasi masyarakat.

a. Ketahanan pada aspek politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan politik bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, gangguan, ancaman dan hambatan yang datang dari dalam maupun dari luar, baik secara langsung ataupun tidak langsung demi menjamin kelangsungan politik bangsa dan negara Indonesia.

3. Pengaruh Aspek Ekonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat, meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. Sistem perekonomian yang dianut suatu negara akan memberi corak terhadap kehidupan perekonomian di negara itu.

a. Ketahanan pada aspek ekonomi
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang adil dan merata.

4. Pengaruh pada Aspek Sosial Budaya
Pengertian sosial adalah pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan dan solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Dan budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta, rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama dan merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan.

a. Ketahanan pada aspek sosial budaya
Wujud ketahanan sosial budaya nasional tercermin dalam kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional berdasarkan pancasila, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat indonesia.

5. Pengaruh pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah segenap daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia.
Wujud ketahanan pertahanan dan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan Negara

 KEBERHASILAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:
1. Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan.
2. Kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan monopoli ekonomi.
3. Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
4. Pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor.
Aspek Sosial Budaya
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu:
Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
Aspek Pertahanan dan Keamanan
Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu:
Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
Aspek Ilmu Pengetahuan
Untuk mecapai percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi ( Iptek )
Dilakukan lewat penguatan empat pilar knowledge based economy ( KBE ), yaitu :
  • Sistem pendidikan
  • Sisten inovasi
  • Infrastruktur masyarakat informasi
  • Kerangka kelembagaan, peraturan perundangan, dan ekonomi
  • Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan
  • Mewujudkan tumbuhnya masyarakat yang berbudaya iptek
  • Aspek Ideologi
 Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerulkan memerlukan langkah pembinaan berikut:
  • Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif
  • Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia
  • Pendidikan moral Pancasila
  • Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila
  • Aspek Politik

Upaya mewujudkan ketahan pada aspek politik:
  • Politik Dalam Negeri
  • Sistem pemerintahan yang berdasarkan hokum
  • Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat
  • Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat

Politik Luar Negeri
  • Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama interansional di berbagai bidang
  • Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antar negara
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan
  • Perjuangan bangsa Indonesia yangf menyakut kepentingan nasional

Selasa, 20 Juni 2017

INVESTASI

                         INVESTASI

1. Pengertian Investasi
Investasi adalah penanaman modal atau penanaman uang dengan membeli gedung-gedung, mesin-mesin, bahan-bahan cadangan, penyelenggaraan uang kas serta perkembangannya.

2. Jenis – Jenis Investasi
- Tabungan
Menyimpan sejumlah uang di bank yang dapat diambil dan dipergunakan di kemudian hari jika pemilik tabungan memerlukan
- Deposito
Menyimpan uang untuk periode tertentu, bila belum jatuh tempo uang tidak dapat diambil dan akan mendapat denda bila diambil sebelum waktunya.
- Obligasi
Obligasi merupakan surat tanda bukti hutang.
- Saham
Uang yang kita tanamkan dijadikan sebagai modal untuk suatu perusahaan.

3. Mengapa Perusahaan Berinvestasi?
Untuk memperoleh laba dari pendapatan investasi.


4. Akuntansi untuk Investasi Utang
Mencatat perolehan obligasi
Mencatat bunga obligasi
Mencatat penjualan obligasi

5. Akuntansi untuk Investasi Saham
Kepemilikan kurang dari 20%
Kepemilikan antara 20%  & 50%
Kepemilikan lebih dari 50%

6. Menilai dan Melaporkan Investasi
- Kategori Sekuritas
    1. Sekuritas untuk diperdagangkan yaitu sekuritas yang dibeli dan dimiliki terutama untuk dijual dalam waktu dekat untuk memperoleh pendapatan dari selisih harga beli dan harga jual jangka pendek.
    2. Sekuritas yang tersedia untuk dijual yaitu sekuritas yang dimiliki dengan tujuan untuk dijual di suatu waktu di masa depan.
     3. Sekuritas yang dimiliki hingga jatuh tempo yaitu sekuritas utang dimana investor memiliki tujuan dan kemampuan untuk memilikinya hingga jatuh tempo.

Selasa, 09 Mei 2017

DEVIDEN

DEVIDEN
Adalah pembagian oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya secara rata
  A.    Deviden Tunai
Untuk dapat membayar deviden tunai, sebuah perusahaan harus memiliki :
1.      Saldo Laba ( Retained Earnings)
2.      Kas Yang Cukup
3.      Pengumuman Deviden
4.      Deviden Saham
  B.    Deviden Saham
Pembagian saham perusahaan yang bersangkutan secara rata kepada pemegang sahamnya
  C.     Saldo Laba
Laba yang tidak dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang sahamnya
  D.    Batasan Penggunaan Saldo Laba
Saldo laba biasanya dapat dibagikan sebagai deviden. Kenyataan ini diakui secara eksplisit oleh beberapa perusahaan
1.      Batasan Legal
2.      Batasan Kontraktual
3.      Batasan Sukarela
  E.     Laporan Saldo Laba
Laporan keuangan yang menunjukan perubahan saldo laba selama setahun
  F.     Laporan Laba Rugi Perseroan Terbatas
Laporan yang menyajikan pendapatan dan beban serta laba atau rugi bersih yang dihasilkan selama periode waktu tertentu
LABA PER SAHAM & DEVIDEN SAHAM PREFEREN
-          LPS Dasar
-          LPS Dilusi
-          Opsi dan Waran

Selasa, 02 Mei 2017

Deviden , Saldo Laba dan Laporan Saldo Laba



Deviden , Saldo Laba dan Laporan Saldo Laba

   1.     Deviden
Adalah pembagian saham oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya secara proposional

   2.     Jenis – Jenis deviden :
A.      Deviden tunai : adalah pembagian uang tunai secara merata kepada pemegang saham. Agar dapat membayar deviden tunai, perusahaan harus memiliki :
-          Saldo Laba : laba bersih yang tidak dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden, saldo laba dipengaruhi oleh laba/rugi bersih
-          Kas yang cukup :
-          Pengumuman deviden : hari dimana perusahaa memberikan informasi kepada public mengenai pembagian deviden
   3.     Deviden Saham
Pembagian saham perusahaan yang bersangkutan secara merata kepada pemegang sahamnya
-          Tujuan dan manfaat deviden saham : memenuhi harapan pemegang saham untuk mendapatkan deviden tanpa mengeluarkan uang tunai.
-          Pengaruh deviden saham : devide saham mengubah komposisi pemegang saham, karena sebagian saldo laba ditransfer ke modal disetor
-          Pemecahan Saham : menurunkan nilai nominal atau nilai yang tertera di saham
   4.     Saldo Laba
Laba yang tidak dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang sahamnya

   5.     Batasan Penggunaan Saldo Laba
Saldo laba biasanya dapat dibagikan sebagai deviden
-          Batasan Legal :  Terdapat undang undang yang mengharuskan perusahaan membatasi penggunaan saldo labanya
-          Batasan Kontraktual : Kontrak utang jangka panjang mensyaratkan batasan saldo laba
-          Batasan Sukarela : Dewan direksi secara sukarela membatasi penggunaan saldo laba untuk tujuan tertentu
   6.     Penyesuaian Periode Sebelumnya
Koreksi kesalahan atas laporan keuangan yang telah diterbitkan sebelumnya disebut penyesuaian periode sebelumnya.
   7.     Laporan Saldo Laba
Laporan keuangan yang menunjukkan perubahan saldo laba selama setahun berjalan

Senin, 24 April 2017

jenis jenis saham dan karakteristik saham



Jenis – Jenis  Saham dan Karakteristik Saham
-          Saham Biasa
Saham biasa adalah pemilik yang sebenarnya dari perusahaan. Dapat menanggung resiko dan mendapatkan keuntungan, tergantung kondisi perusahaan tersebut jika perusahan tersebut berkondisi baik maka mereka mendapat keuntungan dan sebaliknya.
Karakteristik saham biasa adalah
1.      hak suara pemegang saham, dapat memilih dewan komisaris   
2.      Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
3.      Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja

-          Saham Preferen
Selain saham biasa kita juga mengenal saham preferen. Saham preferen ini memiliki ke istimewaan dalam pembayaran dividen dibanding saham biasa.
Karakteristik Saham Preferen adalah
1.      Memiliki berbagai tingkat, dapat diterbitkan dengan karakteristik yang berbeda
2.      Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal pembagian dividen
3.      Dividen kumolatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa.

-          Kapan investor membeli saham ?
Investor dapat membeli saham di pasar perdana dan pasar sekunder. Investor juga dapat membeli saham langsung melalui agen penjual. Kemudian saham yang dibeli pada pasar perdana dapat diperjual belikan melalui pasar sekunder.
-          Untuk apa membeli saham ?
Untuk mengamankan dan meningkatkan kekayaan bisa dengan membeli saham maupun menyimpan di bank .
-          Kenapa harus memilih Saham   
karena saham memiliki banyak keuntungan, tetapi kembali lagi pada kondisi perusahaan yang bersangkutan apakah kondisi dari perusahaan tersebut baik atau buruk jika kondisinya baik maka perusahaan tersebut akan mendapatkan keuntungan tetapi sebaliknya jika kondisi perusahaan sedang buruk maka yang didapatkan adalah kerugian.

Macam - Macam Saham Preferen
-          Saham Preferen Komulatif & Nonkulatif
Saham preferen komulatif adalah jenis saham yang menetapkan bahwa perusahaan tidak mengumumkan dividen golongan, dividen itu akan diakumulasikan dan harus dibayar kemudian hari sebelum dividen dibayarkan kepada pemegang saham biasa.
Saham preferen non komulatif adalah jenis saham yang tidak memerlukan penetapan jumlah dividen yng berlaku. Dividen yang tidak dibayarkan pada tahun tertentu berarti tidak akan dibayarkan untuk selamaya.
-          Saham Preferen Konvertibel
Saham preferen konvertabel adalah saham yang dapat dikonversikan jika yarat penerbitan penetapan bahwa saham preferen itu dapat ditukarkan oleh pemiliknya dengan surat berharga lain dari perseroan yang menerbitkannya. 
-          Saham Preferen yang dapat ditarik
Saham preferen yang dapat di tarik itu adalah saha yang dapat ditebus sesuai dengan kehendak perusahaan.
-          Saham Preferen yang dapat di tebus 
Saham yang dapat di tebus itu adalah saham preferen yang tunduk pada persyaratan penebusan yang diharuskan atau kententuan penebusan lain yang mengakibatkan sifat surat berharga itu tumpang tindih antara sifat utang dan sifat ekuitas
 Saham Treasure 
  • Definisi 
Jika suatu perusahaan menjual saham, lalu saham yang dijual itu akan dibeli kembali oleh perusahaan.
Alasan perusahaan membeli saham treasure :
1.      Untuk memperkecil jumlah pajak
2.      Untuk menaikkan harga saham
3.      Untuk mengurangi jumlah pemegang saham
  • Akuntansi Saham Treasure 
1.      Saham ini harus dilaporkan sebagai pengurang terhadap modal sendirisecara total dan tidak boleh dianggap sebagai aktiva.
2.      Pemeblian saham treasure akan menurunkan jumlah saham yang beredar.
3.      Tidak ada pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul adanya pembelian saham sendiri.